Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Melonjak Ke Rekor Tertinggi Saat Perang Dagang Meletus
Saturday, 12 April 2025 03:05 WIB | GOLD |GOLDEMAS

Kenaikan harga emas berlanjut untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Jumat (11/4) dengan logam kuning tersebut mencapai level tertinggi baru sepanjang masa di $3.245. Kenaikan lebih dari 2% tercatat di tengah meningkatnya perang dagang antara AS dan Tiongkok serta dampaknya terhadap ekonomi global. Pada saat penulisan, XAU/USD diperdagangkan pada $3.233.

Selama sesi Amerika Utara, Tiongkok menerapkan tarif 125% terhadap AS sebagai balasan atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan bea masuknya menjadi 145% terhadap produk-produk Tiongkok. Oleh karena itu, investor yang mencari keamanan mendorong harga Emas Batangan naik, didorong oleh Greenback yang lebih lemah, yang jatuh ke level terendah hampir tiga tahun, seperti yang digambarkan oleh Indeks Dolar AS (DXY) yang mencapai 99,01.

Dokumen ekonomi menampilkan beberapa pejabat Federal Reserve (Fed) yang menyampaikan berita. Inflasi di sisi produsen sedikit menurun untuk pembacaan utama dan inti, meskipun yang terakhir tetap berada di ambang batas 3%. Setelah itu, jajak pendapat Sentimen Konsumen Universitas Michigan mengungkapkan bahwa rumah tangga Amerika menjadi pesimis tentang situasi ekonomi dan semakin khawatir tentang ekspektasi inflasi.

Meskipun datanya beragam, hal ini dapat mencegah Fed melonggarkan kebijakan karena tarif perdagangan, yang dianggap rawan inflasi. Oleh karena itu, karena Fed kemungkinan besar tetap dalam mode tunggu dan lihat, para pedagang sekarang sepenuhnya memperkirakan tiga pemotongan suku bunga pada tahun 2025.(Newsmaker23)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS